Harga spesial, ada di telegram! Klik >>Daftar Sekarang< <

3 Cara Menerapkan Psikologi Marketing Untuk Jualan

 

 

Di Singapore beberapa waktu lalu bertepatan dengan launching produk Iphone terbaru. Bisa dilihat antrian sangat panjang di official store Apple di Orchard, padahal harganya tinggi lho, kok ya panjang banget antriannya?

Ga peduli besar atau kecil bisnis Anda, mempelajari psikologi marketing wajib hukumnya jika Anda ingin laris manis jualannya. Mari kita bahas beberapa hal disini, jangan lupa siapkan catatan dan segelas kopi agar kalau nemu ide bisa langsung catet dan action! Okey?

 

  1. Bangkitkan Emosional Calon Pelanggan

 

Coba Anda perhatikan, apakah user iphone dengan produk terbaru semuanya paham fitur di dalamnya? Paham chipsetnya? Bagaimana spesifikasi layarnya? Saya yakin ga semua paham. Karena kalau paham dan hanya melihat spesifikasi, mereka akan pindah tuh ke Android dengan harga lebih murah.

Kenapa mereka rela antri? Karena disitu ada ikatan emosional user Apple yang sudah terbiasa dengan UI iphone, juga terbiasa dengan ekosistem di dalamnya. Bisa juga karena membangkitkan rasa percaya diri karena menggunakan produk terbaru Apple?

Ada loh yang menjual handphone-handphone jadul dan lawas dengan harga tinggi. Padahal belom 4G, ga bisa internetan, spesifikasi jadul banget deh, tapi kenapa bisa jual tinggi?

Karena yang ditawarkan adalah “rasa” bernostalgia handphone lawas kualitas terbaik yang mungkin dulu dimiliki oleh calon pelanggannya, sehingga mereka ingin menggenggamnya lagi.

Emosi nostalgia inilah yang dijual.

 

  1. Manfaatkan “Goldilocks Effect”

 

Istilah Goldilocks Effect bermula dari kisah seorang yang bernama Goldilocks. Ketika dia menemukan tiga jenis bubur, dia memilih yang “tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, tetapi tepat”. Itu sebabnya Anda sering menemukan berbagai makanan di suatu resto atau café dengan pilihan berbeda-beda. Hal itu akan menuntun calon pelanggan menemukan sesuatu yang tepat untuk dirinya.

Di bisnis online Anda bisa menuliskan “BEST SELLER” di salah satu produk yang dijual, agar calon pembeli memilih produk itu saat dia bingung menentukan pilihan.

 

  1. Upload Berkali-kali

 

Cuma modal gambar dan status whatsapp. Misalnya  upload gambar produk dengan caption lucu dan nyeleneh, lakukan berulang-ulang dengan gambar berbeda dan terbukti terjadi penjualan.

Rumusnya:

Foto produk bagus + bukti transfer + bukti testimoni (screenshot) = penjualan

Lakukan upload itu berulang-ulang sampai orang yang tadinya acuh tak acuh, menjadi tertarik, dan kemudian membeli. Karena pengulangan mengundang penasaran serta menancapkan jangkar ke alam bawah sadar mereka.

 

Semoga Bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *