Harga spesial, ada di telegram! Klik >>Daftar Sekarang< <

Cara Agar Hidup Bahagia

 

Sekarang, kita akan bahas tentang konsep diri untuk hidup bahagia.

 

Bagaimana cara agar hidup senantiasa bahagia?

 

Pada intinya adalah, sumber ketidakbahagiaan hidup itu karena adanya ketimpangan antara self-ideal (standar sukses diri sendiri), dengan self-image (citra diri / cara pandang terhadap diri sendiri).

 

Betul bahwa jika kita ingin merealisasikan self-ideal, maka kita perlu meningkatkan self-image.

 

Ketika kita sudah mampu meningkatkan self-image dan self-ideal sudah terealisasi, itu artinya kita sudah masuk pada level kehidupan yang baru, artinya pandangan kita terhadap hidup akan cenderung lebih luas dan lebih tinggi lagi.

 

Ketika level kehidupan kita sudah naik, maka kita akan cenderung ingin meng-upgrade self-ideal lagi, dengan menciptakan standar-standar kesuksesan yang baru, yang ingin kita capai di level berikutnya.

 

Misalnya self-ideal pertama kita adalah memiliki mobil. Nanti ketika sudah tercapai, sudah punya mobil, kita akan cenderung ingin mobil dengan level dan kualitas yang lebih tinggi lagi, begitu seterusnya.

 

Namun, pertanyaannya adalah, mau sampai kapan kita akan terus ingin meng-upgrade self-ideal?

 

Nah, inilah akar masalah dari mengapa bahagia sulit sekali hadir pada batin kita.

 

Kenapa seolah-olah, hidup kita ini selalu merasa terus berkekurangan, padahal mungkin kita sudah berkelimpahan.

 

Karena ya itu tadi, kita cenderung selalu ingin meningkatkan standar kesuksesan kita, self-ideal kita.

 

Saya jadi teringat, suatu hari ngobrol dengan seorang mentor bisnis.

 

Bagi saya, beliau orang yang sudah sangat berkecukupan dan berkelimpahan, namun ia merasa hidupnya selalu kurang dan khawatir pada masa depan.

 

Bertanyalah beliau kepada saya,

 

‘Gimana ya, caranya agar saya nggak mudah khawatir dengan masa depan?’

 

Saya jawab,

 

‘Caranya dengan menentukan standar cukup, pak. Sehingga akan muncul kata syukur’

 

‘Lho, tapi, akan selalu ada tingkatan hidup yang lebih tinggi lho, yang selama ini tidak kita duga-duga, dan kita bisa mencapainya’

 

Timpal beliau.

 

Saat itu saya merenung, benar juga ya, akan selalu ada langit di atas langit.

 

Namun, sekian waktu berselang, saya jadi bertanya-tanya, mau sampai kapan kita akan selalu menatap ke atas?

 

Terbukti, mentor bisnis tersebut baru-baru ini malah tersandung kasus pelarian uang. Ya, menurut informasi yang saya dapatkan dari mantan asistennya, beliau membawa lari uang ratusan juta dari para investornya.

 

So, saudaraku, betul bahwa di atas langit masih ada langit, akan selalu ada pusaran kehidupan yang lebih tinggi dari yang kita duga selama ini.

 

Tetapi, mau sampai kapan kita akan terus berusaha meningkatkan standar sukses kita?

 

Mau sampai kapan batin kita selalu dipenuhi dengan perasaan khawatir, takut, dan berkekurangan?

 

Kapan kita ingin hidup dengan tenang?

 

Akhir kata, guru saya pernah berpesan,

 

‘Definisikan angka cukupmu, sehingga datang kata syukurmu’

 

‘Sukses itu, ketika kau merdeka dari penilaian orang lain’

 

‘Definisikan makna suksesmu, agar jelas tujuan hidupmu’

 

Selamat berbahagia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *