Harga spesial, ada di telegram! Klik >>Daftar Sekarang< <

Kisah Pembunuh Dan Penyanyi

Kali ini saya ingin bercerita tentang 2 kisah nyata yang “Luar Biasa”.

 

Yang pertama adalah kisah tentang Harold Shipman, si “dokter maut” dari Inggris.

Di satu sisi, dia ini adalah seorang dokter penolong. Di sisi lain, ia adalah “malaikat” pencabut nyawa pasiennya.

Hasil penyelidikan kepolisisn Inggris menunjukkan bahwa dokter ini telah membunuh lebih dari 215 pasiennya dengan suntikan heroin. Harold Shipman masuk dalam pembunuh berantai paling sadis di dunia.

Hasil pemeriksaan psikolog menunjukkan bahwa ternyata Shipman mengalami gangguan emosi.

Masa lalunya sangat pahit. Sewaktu kecil, kerkali kali ia harus kehilangan orang orang yang dekat dengannya. Puncaknya adalah saat ibunya meninggal karena kanker.

Rasa kehilangan ini mengubahnya jadi “pemberontak” pada takdir dan merasa bahwa dia bisa menentukan takdir hidup mati seseorang.

 

Sedangkan kisah yang kedua adalah tentang wanita yang bernama Ashley Nicolette Frangipane atau yang lebih akrab disapa Halsey.

Sebagai anak hasil di luar nikah, sejak kecil kehidupan Halsey diwarnai kekerasan fisik dari kedua orang tuanya. Ibu Halsey pun menderita gangguan emosi.

Di sekolah, Halsey juga sering dibully teman temannya karena keadaan hidupnya. Di umur 17 tahun, Halsey bahkan pernah melakukan percobaan bunuh diri karena tidak tahan dengan kondisi hidupnya.

Namun akhirnya, ada sebuah kejadian yang membuat Halsey sadar bahwa hidup adalah sesuatu yang berharga.

Akhirnya, ia memilih music sebagai media untuk berkarya sekaligus menata hidupnya. Hasilnya? Sekarang ini di umurnya yang masih 26 tahun, Halsey menjadi salah satu penyanyi dan penulis lagu yang sangat disegani.

Bukan itu saja. Karena terdorong oleh pengalaman pahit hidupnya, Halsey juga menjadi aktivis yang aktif dalam upaya sosialisai pencegahan bunuh diri, anti kekerasan seksual, dan penegakkan hak hak sipil kemanusiaan.

 

Terus intinya apa sih ?

Lewat dua kisah itu, saya hanya ingin berbicara kalau kejadian kejadian yang kita alami di masa lalu, sadar atau tidak akan terekam kuat di pikiran bawah sadar kita dan ikut berperan dalam membentuk siapa diri kita atau bagaimana kita memandang diri kita sendiri.

Yang perlu kita perjelas lagi adalah, semua kejadian itu akan terus terjadi dan membuat pola kehidupan yang akan terulang lagi dan lagi.

Sampai kapan? Sampai kita menyadari bahwa kita memiliki pola itu. Inilah yang disebut Pola Hidup Yang Terus Berulang.

Tanpa adanya kesadaran, mustahil kita bisa menghentikan pola yang tidak memberdayakan itu.

 

Yang perlu diingat juga adalah, yang namanya keyakinan itu ada 2 macam, yaitu keyakinan Destuktif dan keyakinan Konstruktif.

Keyakinan destruktif adalah keyakinan yang melemahkan alias menghancurkan. Keyakinan destruktif ini membuat manusia selalu berpikir negative, berprasangka buruk, sampai akhirnya mendorong manusia untuk berbuat sesuatu yang sifatnya merusak dan melemahkan. (Tergambar dalam kisah Harold Shipman tadi)

Sedangkan keyakinan Konstruktif adalah keyakinan yang memberdayakan yang membuat manusia berpikir positif, berprasangka baik, dan mendorong manusia untuk berbuat sesuatu yang sifatnya memberdayakan dan menguatkan.

Nah, di kisah tentang Halsey tadi, tergambar jelas, bagaimana Halsey mampu mengubah keyakinan destruktif-nya menjadi keyakinan konstruktif.

 

Kuncinya ada di kesadaran.

Kehidupan kita ini bagaikan proyeksi dari apa yang ada di dalam diri kita.

Tepatnya proyeksi atas apa yang kita yakini, dan apa keyakinan yang ada di pikiran bawah sadar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *