Harga spesial, ada di telegram! Klik >>Daftar Sekarang< <

Mental Block Dan Framing

 

Masihkah Anda marah ketika mengingat suatu pengalaman yang pernah Anda alami di masa lalu?

 

Masihkah Anda merasa down ketika mengingat kegagalan kegagalan yang pernah Anda alami?

 

Masihkah Anda membenci suatu hal karena hal tersebut mengingatkan Anda pada pengalaman pahit di masa lalu?

 

Jika masih, maka itulah Frame alias pemaknaan yang masih tertanam di pikiran bawah sadar Anda terhadap peristiwa peristiwa itu.

 

 

 

Misalkan, saat ini Anda berkeyakinan kalau Anda tidak berbakat berbicara di depan publik, biasanya, pasti ada kejadian di masa lalu yang ter-frame alias termaknai secara tidak memberdayakan sehingga membuat Anda memiliki keyakinan tersebut.

 

Misalnya,Anda pernah ditertawakan saat masa kecil di tengah acara atau Anda pernah di marahi karena salah di depan umum.

 

Nah, frame-frame alias bingkai bingkai inilah yang membuat kita memiliki persepsi terhadap sesuatu.

 

Kadang, ini juga di artikan bahwa kita memiliki mental block, karena dengan persepsi persepsi tersebut, kita melakukan hal tertentu dan merespon kejadian dengan cara tertentu.

 

Seperti menolak peluang atau tidak mau mencoba hal yang kita anggap “bukan bidang kita”

 

 

 

Satu contoh lagi.

 

Misalnya ada orang yang tiap kali melihat orang berjenggot dan memakai baju gamis, ia selalu berprasangka bahwa orang tersebut adalah seorang teroris. Pertanyaannya adalah, apa yang membuat orang tersebut memiliki persepsi seperti itu?

 

Tentu saja karena di dalam pikiran bawah sadarnya, orang berpenampilan seperti itu sudah ter-framing, terbingkai, dan termaknai sebagai teroris.

 

Kenapa hal itu bisa terjadi?

 

Karena kemungkinan besar, ia sering melihat di media (yang kita tahu sendiri ada media yang sengaja melakukan framing) bahwa orang yang berpenampilan seperti itu selalu ditampilkan sebaga teroris.

 

Nah itulah Frame.

 

 

 

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, bagaimana caranya agar kita jadi berdaya kalau sudah terlanjur memiliki frame yang tidak baik terhadap suatu hal sehingga tercipta beliefs yang tidak memberdayakan?

 

Caranya adalah, kita bisa menggunakan yang namanya teknik Reframing.

 

 

 

Apa itu Reframing?

 

Reframing adalah pembingkaian ulang, alias pemaknaan ulang terhadap suatu kejadian.

 

Tujuan dilakukannya reframing ini agar makna yang tercipta dari suatu kejadian yang awalnya tidak memberdayakan, bisa berubah jadi memberdayakan.

 

Membuat Anda bisa memandang sesuatu dengan lebih positif daripada sebelumnya atau membuang frame negatif yang terlalu lama ada dalam diri Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *