Harga spesial, ada di telegram! Klik >>Daftar Sekarang< <

Pinter Ngomong Doang?

 

Dalam dunia kerja, kita semua sepakat, bahwa hard skill dan soft skill keduanya sangat penting.

Bahkan, dalam beberapa bidang, soft skill lebih bernilai daripada hard skill.

 

Soft skill adalah skill penunjang yang kadang tidak bisa di ukur, seperti leadership, ketahanan mental dan komunikasi.

Hard skill adalah skill yang bisa di ukur dan terlihat “hasilnya”, seperti akuntansi, operator mesin, hingga barista.

Nah, terkadang, kita “meremehkan” soft skill, seakan akan, ini tidak penting penting amat.

Loh kok ?

 

Contoh sederhana, ketika melihat ada orang yang lebih pintar menerangkan sesuatu daripada mengerjakannya langsung, kita langsung melabeli orang tersebut “pintar ngomong” dalam arti negatif.

Tentu, ini berbeda dengan orang yang OMDO alias omong doank, atau OMKOS alias omong kosong hehe

Padahal, pintar ngomong artinya pintar berkomunikasi yang membuat orang lain paham dan nyaman dengan person tersebut.

Apalagi kalau orang tersebut memang punya kemampuan.

 

Kita ambil contoh orang yang memiliki skill komunikasi tinggi dan bernilai tinggi :

  • Steve Job – Dia adalah creator yang juga ahli ngomong di depan umum.
  • Deddy Corbuzier – Ngobrol bisa di bayar. Dipastikan dia pinter ngomong. Bayangkan, “jualan” sulapnya ditinggal digantikan “jualan” obrolan
  • Belum lagi kita bicara nama2 sales person yang tidak punya produk tapi pintar ngomongin produknya orang lain.

 

Bicara itu ada ilmunya.

Nah, sama seperti melihat peta, kalau Anda sudah tahu alur cara berkomunikasi yang baik, maka Anda bisa lebih mudah menjadi orang yang berpengaruh dan disukai dengan sebab komunikasi yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *